Langsung ke konten utama

Jangan Malu mengawali Ibadah, bundaa

Gambar vebma.com



Dalam beribadah kepada Allah, tentunya harus kita dahulukan dari hal apapun.

Bagi, para Bunda, tentu sudah tahu, jika hubungan pasutri itu adalah ibadah, karenanya bunda jangan pernah merasa malu untuk mendahului para papa dan ayah dalam melaksanakan ibadah suci itu.

Karena dalam sebuah hadist.

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ »
“Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR. Muslim no. 1006).


Sumber : https://rumaysho.com/6258-kapan-hubungan-intim-bisa-bernilai-ibadah.html

Terkadang, para ayah itu merasa capek atau mungkin juga kasihan melihat istri capek mengurus rumah, anak - anak atau bagi bunda yang bekerja, suami akan merasa tidak enak, karena istri pasti lebih butuh istirahat.

Ketika suami merasa letih, pijatan istri di awal sebelum hubungan pasutri, akan memberikan efek relax dan meningkatkan gairahnya. Bisa juga sebaliknya.

Namun, yang mau saya bahas di sini adalah agar para bunda tidak perlu malu, risih atau tidak enak untuk meminta hak bunda dalam beribadah hubungan pasutri bersama suami.

Sekali lagi jangan malu untuk memulai dalam ibadah ini, jika bunda bingung bagaimana cara memulainya, bisa dengan diawali pijitan pada suami. Atau mungkin bertanya.

“Ayah capek? Sini bunda pijit, mau lebih rilex gak? Kita main yuk!”😊🙈

Kurang lebih redaksinya begitu. Mungkin bunda bisa improvisasi sendiri.

Dalam Nakita online, dikatan jika pasangan jarang berhubungan pasutri makam akan sering timbul rasa cemas, sering sakit kepala, tidak percaya diri, lebih mudah terkena flu, merasa kurang percaya diri.

Dalam islam sendiri ibadah pasutri tidak ada batasan jumlah, yang ada hanya batasan kondisi, yaitu ketika shaum terutama shaum wajib bulan Ramadhan kecuali setelah berbuka, kondisi istri haidh atau nifas, juga batasan caranya yaitu tidak boleh melalui dubur walaupun dengan suami atau istri sah dan tata cara lainnya yang sesuai syariah.

Karena tidak ada batasan, baiknya bagi bunda juga tidak membatasi diri dalam beribadah ini.

Dalam tulisan saya sebelumnya dari seorang ustad “Ada apa dengan Pelakor”
Saya menyampaikan jika kebutuhan laki - laki ada dua, Harga Diri dan Sex.

Saat kita para bunda dapat memenuhinya dengan baik, insyaAllah ke depan hubungan bunda dan ayah akan lebih baik.

Dalam pengalaman seorang peruqyah, yang mencoba menggali permasalahan psikis pasiennya, ternyata diketemukan hubungan yang tidak harmonis antara pasien dengan suaminya salah satu sebabnya jarang bahkan bisa setahun sekali dalam beribadah hubungan pasutri ini.
Sang istri pun merupakan wanita pemalu yang tidak mau memulai atau meminta terlebih dahulu.

Jadi, mari kita hapus kata malu untuk memulai ibadah ini, karena Allah pun memberi pahala, kebaikan dan keberkahan di dalamnya. Ajaklah suami kita agar beribadah pasutri. Semoga Allah memberikan kebaikan bagi kita semua, aamiin.

“Selamat mengajak beribadah Bundaaa!”


#beribadahjanganmalu

Komentar

  1. Brass alloy from aluminum alloy from aluminum alloy from aluminum alloy
    Brass titanium max trimmer alloy from aluminum alloy infiniti pro rainbow titanium flat iron from aluminum alloy from aluminum alloy from aluminum alloy from aluminum alloy. samsung titanium watch Includes the t fal titanium pan most popular Aluminum-Rated Product. ion titanium on brassy hair

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendengar Yang Baik

Selasar.Com Postingan ini, harusnya bisa tayang tgl 2, tapi karena satu dan lain hal, saya belum bisa selesaikan. Langsung yoo… Kebutuhan perempuan untuk bicara lebih banyak dari pria memang sudah menjadi kodrat. Bagi seorang istri yang tidak tersalurkan untuk berbicara, maka kondisi secara psikologisnya akan terganggu. Dan jika ia telah memiliki anak, maka tidak menutup kemungkinan jika ia dapat bertindak kasar pada anak sebagai jalan pelampiasan dari psikologis yang terganggu. Menjadi pendengar yang baik tanpa memotongnya pembicaraan istri, akan membuat kehidupan rumah tangga menjadi sangat baik. Allah Subhanahu Wa Ta'ala, menciptakan satu mulut dan dua telinga agar menjadikan kita lebih mendengar daripada berbicara. Seorang Pria tak perlu banyak bicara dan banyak menasehati istrinya, cukup dengan menjadi pendengar yang baik, maka apapun yang ia katakan akan didengar oleh istrinya. Karen berbicara puluhan ribu kata merupakan kebutuhan batin seorang istri seba...

Pasangan Toxic Pertahankan atau Lepaskan?

  Pasangan Toxic, Pertahankan atau Lepaskan? Beberapa waktu yang lalu beredar luas di dunia Maya dan pertelevisian mengenai pasangan artis yang menjadi korban KDRT dan membuat geger se-Indonesia juga membuat geram sekaligus takut, terutama bagi mereka yang belum menikah atau mereka orang tua yang hendak akan menikahkan anaknya. Bagi yang belum menikah, maka seleksi calon pasangan baik itu kepada calon istri atau suami sangat diperlukan. Mengenal pasangan bertahun-tahun dengan metode pacaran dengan dalih untuk bisa mengenal lebih baik sang calon maka hak tersebut tidak tepat karena selama apapun kita bersama pasangan tidak halal tidak akan pernah ia menampakkan sifat aslinya kepada kita.  Bagi pasangan yang baru menikah saja, pada kebanyakan orang, tiga bulan pertama pernikahan itu adalah masih masa-masa indah pernikahan lalu, setelah melalui tiga bulan pertama maka, setiap diri akan mulai menunjukkan sifat asli masing-masing dan itu pun kita masih belum mengenal dengan baik pa...

Flash Fiction 1

BAJU KESAYANGAN SUAMI Rini, istri penurut meski begitu ia juga berani beragumen terhadap pendapat atau tindakan suami yang tak bisa ia terima. Seperti bernada tinggi saat menasehati untuk hal sepele. Rini, menyayangi suami yang dipandangnya sangat gagah dan menarik itu, dengan tubuh tinggi besar dan berkulit bersih. Dan Rini  juga seorang perempuan yang menjaga penampilannya. Dan ia juga ingin suaminya bersikap yang sama. Namun, Rini sebal pada sikap suaminya yang sering tak hiraukan penampilannya, rambutnya sering ia biarkan gondrong hingga terlihat menggulung – gulung karena ikal. Belum lagi kaos oblong usang dan bolong yang sering dipakai suaminya saat dirumah. “Ahhh...” Rini sering mengelus dada saat memandang suaminya jika di rumah. “Ah...seandainya ia bisa lebih rapih tentu aku akan sangat senang dan bersemangat saat bersamanya.” Rini membatin. Saat kaos oblong suaminya itu sudah kering dari jemuran. “Tuh..., pake tuh kaos oblongnya!” ucap Rini. “Muuuaaach......