Langsung ke konten utama

Start From Finish


 Jalan, Langit, Pegunungan, Awan Awan
 https://pixabay.com/id/images/search/finish/

            Banyak orang yang hanya menentukan garis finish untuk kehidupannya di dunia saja, mungkin termasuk saya yang lupa untuk menentukan garis finish bagi kehidupan saya di akhirat kelak. sehingga kita sering merasa lelah untuk mengejar apa yang nampak namun belum tentu dapat kita miliki yaitu dunia. sedangkan akhirat adalah sesuatu yang belum nampak namun ia adalah sesuatu yang pasti akan kita miliki. Hanya ada dua hal di akhirat kelak, surga dan neraka, apa yang kita jadikan garis finish semasa hidup akan menentukan pencapaian kita di akhirat kelak.

            Start from finish menentukan, bagaimana kita bertindak, bersikap dan menghadapi sesuatu. Hal ini juga akan mempengaruhi cara kita mengambil keputusan, bergaul dan memilih teman. Saat kita tentukan garis finish kita adalah Surga, maka langkah-langkah kita akan selalu mendekati surga. Bukan hal mudah memang tetapi butuh perjuangan bagi kita untuk dapat Start from finish dalam hidup kita.

            Banyak hal yang terjadi disekeliling kita, terkadang membuat kita berbelok dari tujuan utama kita, bahkan menganggap tak ada salahnya mengganti tujuan, padahal sejatinya tujuan utama kita yakni surga tidak boleh terganti karena ia akan mempengaruhi semua aspek dalam kehidupan kita. Kita akan dengan mudah melanggar semua perintahnya tidak berusaha untuk mencari ridha Allah, padahal dengan semua amal kita tidak akan menjamin kita dapat masuk surga jika kita tidak mendapatkan ridha Allah SWT.

            Start from finish adalah upaya kita dan niat kita untuk bisa meluruskan niat dan tindakan kita selama kita hidup di dunia. Dan ketika kita telah menentukan permulaan hidup kita dari mana, akan dapat membantu kita untuk tetap berada di tracknya walaupun terkadang hidup kita mengalami pelencengan jalur. Tetapi jika dari niat dan keputusan memulai saja kita tidak sedikitpun yang mengarah kepada Allah SWT, maka kita tidak akan bisa kembali pada jalur yang benar kecuali Allah memberikan kita hidayah.
           
            Namun perlu diingat, hidayah itupun dijemput, dicari, bukan diam saja dan menanti, semakin kita mencari dan membuka diri, insyaAllah..., Allah akan datang dengan tanganNya yang terbuka, memberikan kita taufik dan hidayahNya sehingga kita termasuk ke dalam hamba-hambaNya yang beriman dan di jalan yang lurus.

            Marilah dari sekarang hidup kita harus berdasarkan Start from finish, dimana kah kelak kita ingin berakhir? Neraka atau surga. Itu adalah pilihan.

           


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendengar Yang Baik

Selasar.Com Postingan ini, harusnya bisa tayang tgl 2, tapi karena satu dan lain hal, saya belum bisa selesaikan. Langsung yoo… Kebutuhan perempuan untuk bicara lebih banyak dari pria memang sudah menjadi kodrat. Bagi seorang istri yang tidak tersalurkan untuk berbicara, maka kondisi secara psikologisnya akan terganggu. Dan jika ia telah memiliki anak, maka tidak menutup kemungkinan jika ia dapat bertindak kasar pada anak sebagai jalan pelampiasan dari psikologis yang terganggu. Menjadi pendengar yang baik tanpa memotongnya pembicaraan istri, akan membuat kehidupan rumah tangga menjadi sangat baik. Allah Subhanahu Wa Ta'ala, menciptakan satu mulut dan dua telinga agar menjadikan kita lebih mendengar daripada berbicara. Seorang Pria tak perlu banyak bicara dan banyak menasehati istrinya, cukup dengan menjadi pendengar yang baik, maka apapun yang ia katakan akan didengar oleh istrinya. Karen berbicara puluhan ribu kata merupakan kebutuhan batin seorang istri seba...

Pasangan Toxic Pertahankan atau Lepaskan?

  Pasangan Toxic, Pertahankan atau Lepaskan? Beberapa waktu yang lalu beredar luas di dunia Maya dan pertelevisian mengenai pasangan artis yang menjadi korban KDRT dan membuat geger se-Indonesia juga membuat geram sekaligus takut, terutama bagi mereka yang belum menikah atau mereka orang tua yang hendak akan menikahkan anaknya. Bagi yang belum menikah, maka seleksi calon pasangan baik itu kepada calon istri atau suami sangat diperlukan. Mengenal pasangan bertahun-tahun dengan metode pacaran dengan dalih untuk bisa mengenal lebih baik sang calon maka hak tersebut tidak tepat karena selama apapun kita bersama pasangan tidak halal tidak akan pernah ia menampakkan sifat aslinya kepada kita.  Bagi pasangan yang baru menikah saja, pada kebanyakan orang, tiga bulan pertama pernikahan itu adalah masih masa-masa indah pernikahan lalu, setelah melalui tiga bulan pertama maka, setiap diri akan mulai menunjukkan sifat asli masing-masing dan itu pun kita masih belum mengenal dengan baik pa...

Flash Fiction 1

BAJU KESAYANGAN SUAMI Rini, istri penurut meski begitu ia juga berani beragumen terhadap pendapat atau tindakan suami yang tak bisa ia terima. Seperti bernada tinggi saat menasehati untuk hal sepele. Rini, menyayangi suami yang dipandangnya sangat gagah dan menarik itu, dengan tubuh tinggi besar dan berkulit bersih. Dan Rini  juga seorang perempuan yang menjaga penampilannya. Dan ia juga ingin suaminya bersikap yang sama. Namun, Rini sebal pada sikap suaminya yang sering tak hiraukan penampilannya, rambutnya sering ia biarkan gondrong hingga terlihat menggulung – gulung karena ikal. Belum lagi kaos oblong usang dan bolong yang sering dipakai suaminya saat dirumah. “Ahhh...” Rini sering mengelus dada saat memandang suaminya jika di rumah. “Ah...seandainya ia bisa lebih rapih tentu aku akan sangat senang dan bersemangat saat bersamanya.” Rini membatin. Saat kaos oblong suaminya itu sudah kering dari jemuran. “Tuh..., pake tuh kaos oblongnya!” ucap Rini. “Muuuaaach......