Langsung ke konten utama

KETIKA MOMONGAN TAK KUNJUNG DATANG

KETIKA MOMONGAN TAK KUNJUNG DATANG.




Saya dan suami satu dari sekian pasangan yang lama dalam mendapatkan momongan. Empat tahun lebih, saya dan suami menunggu, kehadiran si kecil. Berbagai usaha di gencarkan demi mendapat keturunan, saran ini, saran itu, semua di ikuti selama bukan hal yang melanggar syariat, kami ikuti. Dari dokter hingga alternatif pun di jalani.
Saat bertemu dengan seorang ustad yang mengisi ceramah pernikahanku dan suami di pusat perbelanjaan beliau terkejut tak kala tahu kami belum juga dapat momongan. Bukan bermaksud merendahkan kami, namun beliau merasa kasihan dengan kami, karena dalam agama jika seseorang terhalang mendapatkan sesuatu seperti terkabulnya doa maka pasti ada sesuatu yang salah dengan orang itu atau salah tindakannya. Karenanya, diperlukan untuk perbanyak istighfar. Memohon ampunan kepada Allah SWT.
Kemudian, sang ustad dengan nada tegas menyarankan agar suami dan saya agar banyak – banyak Istighfar, karena kita tidak tahu berapa banyak dosa, sehingga Allah menangguhkan doa saya dan suami soal momongan.
Selaras dengan saran sang ustad, ustadzah yang mengajar ngaji sayapun menyarankan untuk membaca Syaidul Istighfar.
Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya Istighfâr yang paling baik adalah seseorang hamba mengucapkan :
ALLAHUMMA ANTA RABBII LÂ ILÂHA ILLÂ ANTA KHALAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHA’TU A’ÛDZU BIKA MIN SYARRI MÂ SHANA’TU ABÛ`U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABÛ`U BIDZANBII FAGHFIRLÃŽ FA INNAHU LÂ YAGHFIRU ADZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA
(Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.)

Alhamdulillah...., dengan ikhtiar Istighfar, sedekah dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Tahun kelima pernikahan saya hamil.

Kejadian hampir serupa juga terjadi pada bawahan suami di kantor, dia bercerita sudah hampir tiga tahun belum dapat momongan. Dan setelah mengamalkan istighfar dan memohon ampunan Allah SWT. Allah pun mengabulkan doanya. Alhamdulillah....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendengar Yang Baik

Selasar.Com Postingan ini, harusnya bisa tayang tgl 2, tapi karena satu dan lain hal, saya belum bisa selesaikan. Langsung yoo… Kebutuhan perempuan untuk bicara lebih banyak dari pria memang sudah menjadi kodrat. Bagi seorang istri yang tidak tersalurkan untuk berbicara, maka kondisi secara psikologisnya akan terganggu. Dan jika ia telah memiliki anak, maka tidak menutup kemungkinan jika ia dapat bertindak kasar pada anak sebagai jalan pelampiasan dari psikologis yang terganggu. Menjadi pendengar yang baik tanpa memotongnya pembicaraan istri, akan membuat kehidupan rumah tangga menjadi sangat baik. Allah Subhanahu Wa Ta'ala, menciptakan satu mulut dan dua telinga agar menjadikan kita lebih mendengar daripada berbicara. Seorang Pria tak perlu banyak bicara dan banyak menasehati istrinya, cukup dengan menjadi pendengar yang baik, maka apapun yang ia katakan akan didengar oleh istrinya. Karen berbicara puluhan ribu kata merupakan kebutuhan batin seorang istri seba...

Pasangan Toxic Pertahankan atau Lepaskan?

  Pasangan Toxic, Pertahankan atau Lepaskan? Beberapa waktu yang lalu beredar luas di dunia Maya dan pertelevisian mengenai pasangan artis yang menjadi korban KDRT dan membuat geger se-Indonesia juga membuat geram sekaligus takut, terutama bagi mereka yang belum menikah atau mereka orang tua yang hendak akan menikahkan anaknya. Bagi yang belum menikah, maka seleksi calon pasangan baik itu kepada calon istri atau suami sangat diperlukan. Mengenal pasangan bertahun-tahun dengan metode pacaran dengan dalih untuk bisa mengenal lebih baik sang calon maka hak tersebut tidak tepat karena selama apapun kita bersama pasangan tidak halal tidak akan pernah ia menampakkan sifat aslinya kepada kita.  Bagi pasangan yang baru menikah saja, pada kebanyakan orang, tiga bulan pertama pernikahan itu adalah masih masa-masa indah pernikahan lalu, setelah melalui tiga bulan pertama maka, setiap diri akan mulai menunjukkan sifat asli masing-masing dan itu pun kita masih belum mengenal dengan baik pa...

Flash Fiction 1

BAJU KESAYANGAN SUAMI Rini, istri penurut meski begitu ia juga berani beragumen terhadap pendapat atau tindakan suami yang tak bisa ia terima. Seperti bernada tinggi saat menasehati untuk hal sepele. Rini, menyayangi suami yang dipandangnya sangat gagah dan menarik itu, dengan tubuh tinggi besar dan berkulit bersih. Dan Rini  juga seorang perempuan yang menjaga penampilannya. Dan ia juga ingin suaminya bersikap yang sama. Namun, Rini sebal pada sikap suaminya yang sering tak hiraukan penampilannya, rambutnya sering ia biarkan gondrong hingga terlihat menggulung – gulung karena ikal. Belum lagi kaos oblong usang dan bolong yang sering dipakai suaminya saat dirumah. “Ahhh...” Rini sering mengelus dada saat memandang suaminya jika di rumah. “Ah...seandainya ia bisa lebih rapih tentu aku akan sangat senang dan bersemangat saat bersamanya.” Rini membatin. Saat kaos oblong suaminya itu sudah kering dari jemuran. “Tuh..., pake tuh kaos oblongnya!” ucap Rini. “Muuuaaach......