Langsung ke konten utama

5 Tahun Penantian


Dok.pribadi @klinik yasmin


Memiliki momongan, adalah harapan para pasangan suami normal. Sama seperti saya dan suami. 


Karena tak kunjung hamil, sejak enam bulan pertama pernikahan kami mencoba berkonsultasi ke dokter kandungan. Atas beberapa saran kerabat, kami datangi seorang dokter spesialis kandungan senior di sebuah rumah sakit ibu dan anak yang terdekat dengan rumah.


Di sana, kami melakukan konsul dan saya diperiksa melalui USG. Dokter tersebut mengatakan agar saya dan suami jangan terlalu stress memikirkan hal ini, karena enam bulan pertama belum ada momongan itu masih hal wajar, menurut beliau. Atas penjelasan tersebut, kami merasa sedikit lega dan senang, tetapi kami tak berhenti untuk berikhtiar.


Ikhtiar kami yang lain adalah :

  1. Istighfar (taubat)

  2. Sedekah

  3. Minta doa orang tua

  4. Meminum herbal

  5. Pijat tradisional

  6. Pijat refleksi

  7. Bekam dan Ruqyah

  8. Medis, pemeriksaan untuk promil (Program kehamilan).

Kami melakukannya di Hermina Bekasi dengan dr. Marly Susanti, beliau adalah spesialis kandungan yang menangani masalah kesuburan atau pasangan yang ingin promil.


Karena saat waktu kami periksa di Hermina Bekasi belum lengkap peralatan dan poli untuk pemeriksaan infertilitas, dr. Marly merujuk ke Klinik Yasmin di RS. Cipto Jakarta. Sebelum kesana, saya diminta untuk melakukan foto kondisi jalur rahim, apakah ada sumbatan atau tidak dan suami diberi vitamin selama sebulan. Karena hasil tes sperma suami kurang baik, hal ini bisa disebabkan karena kelelahan dan pola tidur yang berantakan. 


Ketika promil ini, suami memang sedang bekerja dengan dua shift, pagi dan malam, hal ini sangat mempengaruhi kondisi kesehatannya.


Dikarenakan harga vitamin yang diresepkan sang dokter lumayan banyak dan bisa menguras jatah berobat jalan, kami putuskan mencari alternatif lain, suami pun meminum herbal yang kami beli di rumah sehat afiat, sayang saya lupa itu daerah mana. InsyaAllah nanti saya update lagi.


Sebulan minum herbal itu, suami pun melakukan tes sel sperma lagi, alhamdulillah lebih baik tetapi masih kurang untuk bisa membuahkan sel telur. 


Lalu saya, setelah foto jalur rahim dan diketahui ada penyumbatan di saluran tuba falopi di sebelah kanan. Sang dokter meminta saya untuk dilakukan tindakan hidrotubasi atau peniupan saluran tuba falopi agar kembali normal.  Dan ini baru bisa dilaksanakan di Klinik Yasmin.


Selang seminggu, dokter meminta saya ditiup lagi, kemudian baru cek foto ulang kondisi jalur rahimnya. Alhamdulillah ok dan siap program selanjutnya yaitu inseminasi. Qodarullah, saat itu sudah masuk bulan Ramadhan, suami meminta agar kami mengundur promilnya setelah bulan Ramadhan saja agar tak mengganggu puasa.


Di tengah bulan puasa, Allah memberikan jalan lain untuk berikhtiar, dari seorang sahabat sekaligus rekan kerja sesama guru, beliau menyarankan untuk melakukan urut di dukun beranak dekat rumahnya. Saya pun mengikuti selama tidak ada hal yang melanggar syariat insyaAllah saya dan suami coba. 


Dua kali saya diurut ditemani oleh ms. Mega sahabat saya, lalu ketiga kalinya ditemani suami. Alhamdulillah, saat ketiga kalinya, Almarhum Nya Nawiyah (tukang urutnya) mengatakan jika saya hamil tetapi karena masih kecil tidak perlu diperiksa dulu.


Antara senang dan ragu, saya suami tetap berpositif thinking. 


Sepekan berlalu, saya mengalami flek lalu pendarahan hanya saja berwarna pink muda. Saya memeriksakan diri ke tukang urut, beliau bilang jika ini adalah pembersihan dan janin saya masih ada di dalam rahim.


Saya pun ke dokter kandungan (bukan dr. Marly) tetapi saya kecewa karena belum melakukan pemeriksaan lengkap dan hanya berdasarkan hasil tes pack yang positif samar, dokter itu mengatakan jika "Positif Samar Belum Tentu Hamil" dia pun memberikan saya resep untuk memperlancar haidh.


Saya dan suami memutuskan untuk tak menebus resepnya dan atas saran teman saya dan suami balik ke Hermina Bekasi. 


Di sana, dr. Marly tak meminta tes urin lagi tetapi beliau meminta saya untuk tes darah dan USG 4 Dimensi.


Sepekan berlalu, hasil tes darah keluar dan mengatakan saya positif hamil empat minggu, tetapi hasil USG masih belum terlihat ada kantung hamil apalagi detak jantung janinnya. 


Karena saya masih mengalami flek, dr. Marly pun mengatakan jika saya pernah hamil tetapi tidak jadi. Namun beliau tidak memberikan saya resep apapun untuk memperlancar haid saya.  


Ehm…, saya pulang dengan sedih tetapi terus berharap calon anak saya tetap di dalam rahim saya.


Setelah sepekan bedrest, saya pun kembali beraktivitas seperti biasa karena dokter pun menyatakan saya tak jadi hamil. Namun, dua pekan berlalu, saya mengalami rasa pusing dan mual di sekolah. Saran teman agar saya testpack lagi dan pergi ke dokter. 


Alhamdulillah, Masya-Allah, AllahuAkbar….


Yeaaayyyy…, saya positif tujuh minggu, janinnya saya berusia tujuh minggu dan dalam kondisi sehat. Dokter kandungan (bukan dr. Marly karena beda hari) yang memeriksa saya pun ikut terharu terlebih beliau melihat rekam medis saya sebelumnya dengan dr. Marly.


Saya beritahukan kepada suami, ia senang bukan main. Di tahun kelima pernikahan kami, Allah titipkan amanahnya. Suami sujud syukur sambil menangis. Saya pun ikut terharu.



Semoga sedikit pengalaman ini dapat memberi manfaat bagi teman-teman yang sedang berjuang. 


"Semangat!!!" 😊😍


Oh ya, sekarang di Hermina Bekasi sudah ada poli khusus Infertilitas (Kesuburan). Poli itu termasuk Poli ekskutif sehingga fee dokter menjadi lebih mahal dari fee dokter spesialis di poli biasa. Namun bagi yang mau promil dan tinggal di sekitaran Bekasi jadi tidak perlu jauh-jauh lagi ke klinik Yasmin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendengar Yang Baik

Selasar.Com Postingan ini, harusnya bisa tayang tgl 2, tapi karena satu dan lain hal, saya belum bisa selesaikan. Langsung yoo… Kebutuhan perempuan untuk bicara lebih banyak dari pria memang sudah menjadi kodrat. Bagi seorang istri yang tidak tersalurkan untuk berbicara, maka kondisi secara psikologisnya akan terganggu. Dan jika ia telah memiliki anak, maka tidak menutup kemungkinan jika ia dapat bertindak kasar pada anak sebagai jalan pelampiasan dari psikologis yang terganggu. Menjadi pendengar yang baik tanpa memotongnya pembicaraan istri, akan membuat kehidupan rumah tangga menjadi sangat baik. Allah Subhanahu Wa Ta'ala, menciptakan satu mulut dan dua telinga agar menjadikan kita lebih mendengar daripada berbicara. Seorang Pria tak perlu banyak bicara dan banyak menasehati istrinya, cukup dengan menjadi pendengar yang baik, maka apapun yang ia katakan akan didengar oleh istrinya. Karen berbicara puluhan ribu kata merupakan kebutuhan batin seorang istri seba...

Pasangan Toxic Pertahankan atau Lepaskan?

  Pasangan Toxic, Pertahankan atau Lepaskan? Beberapa waktu yang lalu beredar luas di dunia Maya dan pertelevisian mengenai pasangan artis yang menjadi korban KDRT dan membuat geger se-Indonesia juga membuat geram sekaligus takut, terutama bagi mereka yang belum menikah atau mereka orang tua yang hendak akan menikahkan anaknya. Bagi yang belum menikah, maka seleksi calon pasangan baik itu kepada calon istri atau suami sangat diperlukan. Mengenal pasangan bertahun-tahun dengan metode pacaran dengan dalih untuk bisa mengenal lebih baik sang calon maka hak tersebut tidak tepat karena selama apapun kita bersama pasangan tidak halal tidak akan pernah ia menampakkan sifat aslinya kepada kita.  Bagi pasangan yang baru menikah saja, pada kebanyakan orang, tiga bulan pertama pernikahan itu adalah masih masa-masa indah pernikahan lalu, setelah melalui tiga bulan pertama maka, setiap diri akan mulai menunjukkan sifat asli masing-masing dan itu pun kita masih belum mengenal dengan baik pa...

Flash Fiction 1

BAJU KESAYANGAN SUAMI Rini, istri penurut meski begitu ia juga berani beragumen terhadap pendapat atau tindakan suami yang tak bisa ia terima. Seperti bernada tinggi saat menasehati untuk hal sepele. Rini, menyayangi suami yang dipandangnya sangat gagah dan menarik itu, dengan tubuh tinggi besar dan berkulit bersih. Dan Rini  juga seorang perempuan yang menjaga penampilannya. Dan ia juga ingin suaminya bersikap yang sama. Namun, Rini sebal pada sikap suaminya yang sering tak hiraukan penampilannya, rambutnya sering ia biarkan gondrong hingga terlihat menggulung – gulung karena ikal. Belum lagi kaos oblong usang dan bolong yang sering dipakai suaminya saat dirumah. “Ahhh...” Rini sering mengelus dada saat memandang suaminya jika di rumah. “Ah...seandainya ia bisa lebih rapih tentu aku akan sangat senang dan bersemangat saat bersamanya.” Rini membatin. Saat kaos oblong suaminya itu sudah kering dari jemuran. “Tuh..., pake tuh kaos oblongnya!” ucap Rini. “Muuuaaach......